MENGUNGKAP ASPEK PEMIKIRAN TEOLOGI DALAM DOKTRIN AKIDAH KAUM SYI’AH

Hadariansyah AB

Abstract


Nama atau sebutan Syi'ah memang sudah tidak asing bagi kita. Akan tetapi
tentang aspek pemikiran teologi yang mewarnai doktrin akidah mereka belum
banyak diketahui. Tulisan ini merupakan suatu kajian yang berupaya mengungkap
aspek pemikiran teologi yang mewarnai doktrin akidah kaum Syi'ah. Deskripsi
hasil kajian ini menggambarkan bahwa pemikiran teologi yang paling kuat memberi
warna bagi doktrin akidah kaum Syi'ah yang membuat berbedanya doktrin akidah
mereka dari akidah yang dianut umat Islam pada umumnya ialah tentang imâmah
dan rukun iman. Imâmah ialah kepemimpinan pengganti Nabi setelah beliau wafat
dan kepemimpinan seterusnya. Menurut kaum Syi'ah, imam (pemimpin) umat
setelah Nabi wafat adalah ‘Alî bin Abi Thâlîb dan kemudian dilanjutkan secara
turun-temurun olah keturunannya. Imam-imam itu oleh mereka dianggap sebagai
orang-orang yang ma'shûm, yakni terpelihara dari berbuat dosa atau kesalahan.
Bagi mereka kepercayaan terhadap imâmah ini adalah bagian dari akidah. Karena
itu, mereka menjadikan imâmah salah satu rukun iman. Rukun iman bagi mereka
terdiri dari Tauhid, Kenabian, Hari Kemudian, dan Imâmah. Dari sini terlihat segi
perbedaan doktrin akidah kaum Syi'ah dari ajaran akidah yang dianut umat Islam
pada umumnya.

Keywords


Syi'ah, Pemikiran Teologi, Doktrin Akidah, Imâmah.

Full Text:

PDF

References


Baghdâdi, ‘Abd al-Qâhir, (t.th). Al-Farqu Bain al-Firaq, Cairo: Dâr al- Turâts.

Amîn, Ahmad, (1969). Fajr al-Islâm, Beirut: Dâr al-Kitâb al-'Arabi. cet. ke-10.

Hadariansyah, AB, (2008). Pemikiran-Pemikiran Teologi Dalam Sejarah Pemikiran Islam, Banjarmasin: Antasari Press, cet. ke-1.

Nasution, Harun, (1985). Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya, Jilid 1, Jakarta: UI-Press, cet. ke-5.

Zhahiri, Ikhsan Ilahi, (1984). Al-Syi'ah Was Sunnah: Syiah dan Sunnah, terj. Bey Arifin, Surabaya: PT Bina Ilmu.

Majelis Ulama Indonesia, (1997). Himpunan Fatwa Majelis Ulama Indonesia, Jakarta: Majelis Ulama Indonesia.

Abû Zahrah, Syekh Muhammad, (1996). Aliran Politik dan Aqidah dalam Islam, terj. Abd. Rahman Dahlan dan Ahmad Qarib, Jakarta: Logos.

Thabathba'i, Muhammad Husain, (1989). Islam Syi'ah, Asal-Usul dan Perkembangannya, terj. Djohan Effendi, Jakarta: PT. Grafiti Press.

Shihab, M. Quraish, (2007). Sunnah-Syiah Bergandengan Tangan Mungkinkah ?: Kajian Atas Konsep Ajaran dan Pemikiran, Jakarta: Lentera Hati.

Musawi, Sayyid Husain, (2009). Mengapa Saya Keluar dari Syiah, terj. Iman Sulaiman, Jakarta: Pustaka al-Kautsar, cet. ke-7.

Syahrastani, (t.th). al-Milal Wa al-Nihal, jilid 1, Beirut: Dâr al-Kutub al-'Ilmiyah.

Tim Penyusun, (2005). Ensiklopedi Islam, jilid 6, Jakarta: PT. Ichtiar Baru

Van Hoeve.




DOI: http://dx.doi.org/10.18592/jiiu.v9i2.1413

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Hadariansyah AB

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Indexed by :

 

Jurnal Ilmiah Ilmu Ushuluddin by http://jurnal.iain-antasari.ac.id/index.php/ushuluddin/index is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats